Pagi ini kudapati hari dengan hati terasa indah
Membasuh jiwaku menghapus laraku sejukkan hati
Adakah celah untukku sembunyikan cinta ini
Hingga sang waktu tak akan pernah merenggutnya
Slamat pagi matahari
Ku tak tau yag terjadi esok pagi
Yang kurasa ku bahagia bersamamu
Slamat pagi matahari
Ku tak tau yag terjadi esok pagi
Yang kurasa ku bahagia bersamamu
Hari ini kuresapi
Kusambut pagi dengan penuh makna
Kau hiasai jiwa oh bersinarlah matahariku
Jalani sisa hari penuh dengan cinta
Berbagi banyak hal denganmu
Dalam hangatmu matahariku..
Kehidupan ini tidak menjanjikan kebahagiaan sepanjang masa. Kadang kala manusia diasak dengan pelbagai dugaan dan ujian. Sekiranya lemah, kita akan terus hanyut mengikut kata hati dan tidak berusaha mencari penyelesaian untuk menyelamatkan diri dan keadaan.
Sunday, January 9, 2011
Kasih
Diujung kemarau panjang
Yang gersang dan menyakitkan
Kau datang menghantar berjuta kesejukan
Kasih,
Kau beri udara untuk nafasku
Kau beri warna bagi kelabu jiwaku
Tatkala butiran hujan mengusik impian semu
Kau hadir di sini di batas kerinduanku
Kasih,
Kau singkap tirai kabut di hatiku
Kau isi harapan baru
Untuk menyongsong masa depan bersama
Reff :
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria milik kita bersama
Ketika rembulan tersenyum di antara mega biru
Kutangkap sebersit isyarat dimatamu
Kasih,
Kau sibak sepi di sanubariku
Kau bawa daku berlari dalam asmara
Yang mendamba dan bahagia..
Yang gersang dan menyakitkan
Kau datang menghantar berjuta kesejukan
Kasih,
Kau beri udara untuk nafasku
Kau beri warna bagi kelabu jiwaku
Tatkala butiran hujan mengusik impian semu
Kau hadir di sini di batas kerinduanku
Kasih,
Kau singkap tirai kabut di hatiku
Kau isi harapan baru
Untuk menyongsong masa depan bersama
Reff :
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria
September ceria milik kita bersama
Ketika rembulan tersenyum di antara mega biru
Kutangkap sebersit isyarat dimatamu
Kasih,
Kau sibak sepi di sanubariku
Kau bawa daku berlari dalam asmara
Yang mendamba dan bahagia..
Kata Realiti Kehidupan
Aku hanya bisa terdiam
Melihat kau pergi dari sisiku
Dari sampingku
Tinggalkan aku seakan semuanya
Yang pernah terjadi
Tak lagi kau rasa
Masih adakah tentang aku
Di hatimu yang kau rasakan
Coba kau rasakan
Mudahkah bagimu untuk hapuskan
Semua kenangan bersama denganku
Tak pernah sedikit pun
Aku bayangkan betapa hebatnya
Cinta yang kau tanamkan
Hingga waktu beranjak pergi
Kau mampu hancurkan hatiku
Ada yang hilang dari perasaanku
Yang terlanjur sudah
Kuberikan padamu
Ternyata aku tak berarti tanpamu
Berharap kau tetap di sini
Berharap dan BERHARAP lagi..
Melihat kau pergi dari sisiku
Dari sampingku
Tinggalkan aku seakan semuanya
Yang pernah terjadi
Tak lagi kau rasa
Masih adakah tentang aku
Di hatimu yang kau rasakan
Coba kau rasakan
Mudahkah bagimu untuk hapuskan
Semua kenangan bersama denganku
Tak pernah sedikit pun
Aku bayangkan betapa hebatnya
Cinta yang kau tanamkan
Hingga waktu beranjak pergi
Kau mampu hancurkan hatiku
Ada yang hilang dari perasaanku
Yang terlanjur sudah
Kuberikan padamu
Ternyata aku tak berarti tanpamu
Berharap kau tetap di sini
Berharap dan BERHARAP lagi..
Saturday, January 8, 2011
Solat
Diceritakan dalam kitab Makzan al-Wa’izhin, “Pada zaman Rasulullah s.a.w, ada seorang lelaki mendatangi Rasulullah dan mengeluh mengenai kemiskinannya. Rasulullah berkata kepadanya, “Mungkin kamu tidak melaksanakan solat.” Lelaki itu membalas, “Wahai Rasulullah, saya melaksanakan solat lima waktu bersama tuan.”
Rasulullah berkata pula, “Mungkin di rumahmu ada orang yang tidak mengerjakan solat.” Lelaki itu menjawab, “Wahai Rasulullah, mereka semua mengerjakan solat. Saya tidak keluar rumah selagi saya belum memerintahkan mereka semua mengerjakan solat.”
Rasulullah berkata lagi, “Mungkin ada antara tetanggamu yang tidak melaksanakan solat.” Jawab lelaki itu, Wahai Rasulullah, semua tetangga saya melaksanakan solat.”
Kemudian Jibril a.s. datang, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, di suatu jalan, ada orang yang meninggal dunia dan semasa hidupnya, dia tidak bersolat. Kemudian seekor gagak mematuk tulang kecil dari mayat itu dan meletakkannya pada pohon yang terletak dekat dengan rumah lelaki itu. Katakan padanya supaya mengambil dan membuang tulang itu, supaya rezekinya menjadi mudah.”
Tuhanlah yang lebih mengetahui kelebihan segala sesuatu.
Meraung
Menggigil tubuh ini
Melihat kau bersamanya
Tergamam aku tak terkata
Meraung di jiwa
Puas ku pertahankan
Cinta kita sejak dulu
Tapi sayang
Sikit pun tidak
Menghargai cintaku
Sia-sia saja
Pengorbanan dan kesetiaanku ini
Ku sangka kau permata
Rupanya duri paling berbisa
Ku pasrah dan berdoa
Semoga tabah jiwaku
Oh... tetapi bagaimana
Nak ku lawan
Jiwa yang siksa
Ke mana arah hendak ku tuju
Bila hatiku rindu padamu
Hendakku cari tapi tak guna
Kau bahagia dengan si dia
Dikamar sepi aku termenung
Terbayang bayang kenangan kita
Tidak ku sangka kau
Tergamak pergi
Saat ku masih perlukan mu
Ah...ah...ah...
Ah...ah...ah...
Meraung di jiwa
Apalah daya kiranya
Orang dah benci
Ah...ah...ah...
Ah...ah...ah...
Meraung di jiwa
Tapi tak pernah ku benci
Dirimu sayang
Melihat kau bersamanya
Tergamam aku tak terkata
Meraung di jiwa
Puas ku pertahankan
Cinta kita sejak dulu
Tapi sayang
Sikit pun tidak
Menghargai cintaku
Sia-sia saja
Pengorbanan dan kesetiaanku ini
Ku sangka kau permata
Rupanya duri paling berbisa
Ku pasrah dan berdoa
Semoga tabah jiwaku
Oh... tetapi bagaimana
Nak ku lawan
Jiwa yang siksa
Ke mana arah hendak ku tuju
Bila hatiku rindu padamu
Hendakku cari tapi tak guna
Kau bahagia dengan si dia
Dikamar sepi aku termenung
Terbayang bayang kenangan kita
Tidak ku sangka kau
Tergamak pergi
Saat ku masih perlukan mu
Ah...ah...ah...
Ah...ah...ah...
Meraung di jiwa
Apalah daya kiranya
Orang dah benci
Ah...ah...ah...
Ah...ah...ah...
Meraung di jiwa
Tapi tak pernah ku benci
Dirimu sayang
Subscribe to:
Posts (Atom)